Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
CS RBI Pustaka● online 6282133885295
● online
- Ubah Masalah Menjadi Berkah (Pengelolaan Sampah di....
- Perilaku Tradisi Herbal....
- SEHARUSNYA BEGINI CARA KALTIM BANGUN KEKAYAAN WARG....
- Kau Dalam Mimpiku....
- Milikku Tetap Milikku....
- Fonologi Bahasa Indonesia Untuk Calon Guru Bahasa ....
- Polarisasi Komunikasi Ibu dan Anak Pasca Perceraia....
- Melobi Masa Depan....
- 🎁 GRATIS DESAIN COVER! Untuk setiap pemesanan cetak buku di RBI Pustaka, dapatkan layanan desain cover GRATIS! 🤩📘
- 📢 PROMO SPESIAL! Cetak buku di RBI Pustaka diskon hingga 20%! 🎉 Jangan lewatkan kesempatan ini. Hubungi kami sekarang! 📚✨
- 🎁 KEJUTAN PROMO! Dapatkan berbagai bonus menarik untuk setiap penerbitan dan cetak buku di RBI Pustaka! Yuk, terbitkan karyamu sekarang! 🚀📚
- 📢 PROMO TERBATAS! Cetak buku di RBI Pustaka sekarang dan dapatkan keuntungan lebih! 📚✨ Hubungi kami segera!
ANTOLOGI PUISI: “SEPOTONG DETIK SEHANGAT DETAK”
Rp 80.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Buku Sastra |
Judul : ANTOLOGI PUISI: “SEPOTONG DETIK SEHANGAT DETAK”
Penulis : : Eric Rahman, Rama Prabu
Halaman : 143 halaman
Harga : Rp 80.000
Sinopsis :
Sebuah detik yang sederhana, tapi menyalakan cahaya. Dari mata yang bertemu tanpa sengaja, lahirlah rasa kagum yang belum punya nama. Ada saat-saat di mana hati menyimpan lebih banyak dari yang sempat diucapkan. Bukan peristiwa besar, bukan pula kisah megah, melainkan serpih-serpih sederhana yang tiba-tiba terasa berarti. Sebuah sapa yang singkat, diam yang terasa penuh, atau langkah kecil yang tak pernah benar-benar hilang dari ingatan. Puisi-puisi ini lahir dari keinginan untuk merawat jejakjejak itu. Menyusunnya menjadi kata, mengikatnya agar tak lenyap begitu saja. Barangkali ia akan menemukanmu pada suatu senja, atau saat kau tengah sendirian di antara keramaian dan mengingatkanmu bahwa hidup tidak hanya soal hari esok, tapi juga tentang detik-detik rapuh yang sering kita lewatkan.
ANTOLOGI PUISI: “SEPOTONG DETIK SEHANGAT DETAK”
Sebuah detik yang sederhana, tapi menyalakan cahaya. Dari mata yang bertemu tanpa sengaja, lahirlah rasa kagum yang belum punya nama. Ada saat-saat di mana hati menyimpan lebih banyak dari yang sempat diucapkan. Bukan peristiwa besar, bukan pula kisah megah, melainkan serpih-serpih sederhana yang tiba-tiba terasa berarti. Sebuah sapa yang singkat, diam yang terasa penuh, atau langkah kecil yang tak pernah benar-benar hilang dari ingatan. Puisi-puisi ini lahir dari keinginan untuk merawat jejakjejak itu. Menyusunnya menjadi kata, mengikatnya agar tak lenyap begitu saja. Barangkali ia akan menemukanmu pada suatu senja, atau saat kau tengah sendirian di antara keramaian dan mengingatkanmu bahwa hidup tidak hanya soal hari esok, tapi juga tentang detik-detik rapuh yang sering kita lewatkan.
ANTOLOGI PUISI: “SEPOTONG DETIK SEHANGAT DETAK”
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 31 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Writer: Nisa Roiyasa, Weksa Fradita Asriyama, Elly Triasih Rahayu Editor : Slamet Riyadi, Hartati Pages : 54 Pages Summary : More opportunities exist today for the career advancement of persons of color; women, and person with disabilities than did twenty years ago. As Marshall McLuhan mentioned that the world is like a Global Village. International… selengkapnya


Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.