Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
CS RBI Pustaka● online 6282133885295
● online
- KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA RESPONSIF GENDER....
- SEBELUM BERANI DIBILANG SAH....
- Beyond Barriers : Membangun Dunia Kerja Inklusif b....
- PEDOMAN TERPADU PEMERINTAH DAERAH DALAM PENCEGAHAN....
- MANAJEMEN BISNIS KELUARGA....
- Milikku Tetap Milikku....
- Klasifikasi Pengangguran dengan Random Forest dan ....
- TOPENG MAYA....
- 🎁 GRATIS DESAIN COVER! Untuk setiap pemesanan cetak buku di RBI Pustaka, dapatkan layanan desain cover GRATIS! 🤩📘
- 📢 PROMO SPESIAL! Cetak buku di RBI Pustaka diskon hingga 20%! 🎉 Jangan lewatkan kesempatan ini. Hubungi kami sekarang! 📚✨
- 🎁 KEJUTAN PROMO! Dapatkan berbagai bonus menarik untuk setiap penerbitan dan cetak buku di RBI Pustaka! Yuk, terbitkan karyamu sekarang! 🚀📚
- 📢 PROMO TERBATAS! Cetak buku di RBI Pustaka sekarang dan dapatkan keuntungan lebih! 📚✨ Hubungi kami segera!
Membumikan Peradaban Islami Di Kota Pusaka Sumbawa Besar : Dari Warisan Kesultanan Menuju Kota Peradaban
Rp 120.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Buku Referensi |
Judul : Membumikan Peradaban Islami Di Kota Pusaka Sumbawa Besar : Dari Warisan Kesultanan Menuju Kota Peradaban
Penulis : Badrul Munir
Halaman : 387
Harga : Rp 120.000
Sinopsis :
Buku ini lahir bukan dari ruang kerja seorang budayawan atau sejarawan. Saya bukan budayawan, bukan pula sejarawan. Latar pengalaman saya justru tumbuh dari hampir empat dasawarsa berada dalam birokrasi pemerintahan, terutama bersentuhan dengan tata ruang, pembangunan infrastruktur, perencanaan, penganggaran, dan berbagai dinamika pembangunan daerah. Termasuk di dalamnya dinamika pembangunan kebudayaan. Pengalaman panjang tersebut membentuk cara pandang saya dalam melihat kota: bahwa pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan jalan, gedung, kawasan, dan berbagai infrastruktur fisik. Pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada manusia, nilai, kualitas kehidupan, dan kemaslahatan. Dari perspektif itulah saya memandang Sumbawa Besar. Kota ini memiliki warisan sejarah dan kebudayaan yang sangat berharga. Kesultanan Sumbawa, istana, masjid, adat Samawa, tradisi, bahasa, seni, ruang publik, kampung, serta berbagai jejak kehidupan masyarakat merupakan bagian dari perjalanan panjang yang membentuk identitas kota. Namun pusaka tidak cukup hanya dijaga sebagai peninggalan masa lalu. Ia perlu dipahami maknanya, dihidupkan kembali nilainya, dan ditempatkan sebagai salah satu sumber pengetahuan untuk membangun masa depan.
Istilah “membumikan peradaban Islami” dalam buku ini tidak dimaksudkan sebagai upaya memperbanyak simbol-simbol keagamaan dalam ruang kota. Peradaban Islami justru perlu hadir dalam substansi kehidupan: amanah dalam pemerintahan, keadilan dalam pelayanan, ilmu dalam pendidikan, kejujuran dalam ekonomi, kepedulian dalam kehidupan sosial, kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan, musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta kemaslahatan sebagai orientasi pembangunan.
Membumikan Peradaban Islami Di Kota Pusaka Sumbawa Besar : Dari Warisan Kesultanan Menuju Kota Peradaban
Buku ini lahir bukan dari ruang kerja seorang budayawan atau sejarawan. Saya bukan budayawan, bukan pula sejarawan. Latar pengalaman saya justru tumbuh dari hampir empat dasawarsa berada dalam birokrasi pemerintahan, terutama bersentuhan dengan tata ruang, pembangunan infrastruktur, perencanaan, penganggaran, dan berbagai dinamika pembangunan daerah. Termasuk di dalamnya dinamika pembangunan kebudayaan. Pengalaman panjang tersebut membentuk cara pandang saya dalam melihat kota: bahwa pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan jalan, gedung, kawasan, dan berbagai infrastruktur fisik. Pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada manusia, nilai, kualitas kehidupan, dan kemaslahatan. Dari perspektif itulah saya memandang Sumbawa Besar. Kota ini memiliki warisan sejarah dan kebudayaan yang sangat berharga. Kesultanan Sumbawa, istana, masjid, adat Samawa, tradisi, bahasa, seni, ruang publik, kampung, serta berbagai jejak kehidupan masyarakat merupakan bagian dari perjalanan panjang yang membentuk identitas kota. Namun pusaka tidak cukup hanya dijaga sebagai peninggalan masa lalu. Ia perlu dipahami maknanya, dihidupkan kembali nilainya, dan ditempatkan sebagai salah satu sumber pengetahuan untuk membangun masa depan.
Istilah “membumikan peradaban Islami” dalam buku ini tidak dimaksudkan sebagai upaya memperbanyak simbol-simbol keagamaan dalam ruang kota. Peradaban Islami justru perlu hadir dalam substansi kehidupan: amanah dalam pemerintahan, keadilan dalam pelayanan, ilmu dalam pendidikan, kejujuran dalam ekonomi, kepedulian dalam kehidupan sosial, kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan, musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta kemaslahatan sebagai orientasi pembangunan.
Membumikan Peradaban Islami Di Kota Pusaka Sumbawa Besar : Dari Warisan Kesultanan Menuju Kota Peradaban
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 9 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Buku ini disusun sebagai bagian dari upaya untuk menghadirkan materi keuangan yang komprehensif, sistematis, dan mudah dipahami oleh mahasiswa, akademisi, praktisi, maupun masyarakat umum yang ingin memahami mekanisme pasar keuangan secara lebih mendalam. Pasar keuangan merupakan salah satu pilar utama dalam perekonomian modern. Di dalamnya terjadi proses alokasi dana dari pihak yang memiliki surplus dana… selengkapnya
Rp 70.000Buku Orang Hebat: Orang-orang Biasa yang Menolak Menyerah lahir dari perjumpaan saya dengan banyak orang sederhana. Mereka bukan tokoh terkenal. Mereka tidak memiliki kisah hidup yang selalu gemilang. Sebagian bahkan menjalani kehidupan yang mungkin tampak biasa saja. Namun ketika saya mendengar cerita mereka lebih dekat, saya menemukan sesuatu yang tidak biasa. Mereka pernah gagal. Pernah… selengkapnya
Rp 103.000Era yang kita hadapi hari ini adalah era disrupsi informasi. Ruang publik tidak lagi didominasi oleh narasi tunggal, melainkan oleh banjir opini, persepsi, dan konstruksi kebenaran yang kerap bergerak lebih cepat daripada proses verifikasi. Inilah yang oleh banyak kalangan disebut sebagai era kebenaran baru — suatu fase ketika fakta, opini, dan sentimen sering kali bercampur… selengkapnya
Rp 68.000Secara sistematis, bahan ajar ini mengupas konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan, prinsip-prinsipnya, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Berbagai teori klasik dari para ahli seperti Jean Piaget, Lev Vygotsky, Erik Erikson, Lawrence Kohlberg, Albert Bandura, hingga Urie Bronfenbrenner disajikan secara komprehensif untuk memberikan landasan teoretis yang kokoh. Pembahasan mengenai dimensi perkembangan dan karakteristik peserta didik berdasarkan tahap… selengkapnya
Rp 50.000Tulisan-tulisan di dalam buku ini merupakan kompilasi tulisan M. Ghufran H. Kordi K, dalam rentang waktu yang cukup panjang, antara tahun 1996-2026. Artikel-artikel di dalam buku ini menyoroti, mengulas, dan mengkritisi berbagai persoalan sosial-politik-ekonomi di negara ini, yang bila kita telusuri dan refleksikan, maka kondisi sebagian rakyat Indonesia hari ini tidak berbeda dengan tiga puluh… selengkapnya
Keselamatan pasien merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pelayanan kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan bahwa keselamatan pasien bukan sekadar ketiadaan bahaya, melainkan upaya sistematis dan berkelanjutan untuk mengurangi risiko serta menghilangkan bahaya yang dapat dicegah dalam seluruh proses pemberian pelayanan kesehatan. Di Indonesia, prevalensi infeksi… selengkapnya
Rp 90.000Buku ini tumbuh dari kegelisahan tersebut. Penelitian kelompok yang dilaksanakan di Entikong pada Juni 2026 mempertemukan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sanggau, pengelola PLBN, instansi vertikal, aparat keamanan, pengelola Terminal Barang Internasional, pemerintah desa, perguruan tinggi, pelaku usaha, jurnalis, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Ruang diskusi itu memperlihatkan suatu paradoks. Aktor yang hadir sangat banyak, fasilitas… selengkapnya
Rp 60.000Buku ini lahir dari perhatian terhadap satu persoalan penting dalam pembangunan pertanian, yaitu bagaimana sebuah inovasi dikelola agar tidak berhenti sebagai gagasan atau praktik yang berhasil pada tingkat lokal, tetapi mampu berkembang melalui proses pembelajaran, pengelolaan pengetahuan, kolaborasi, dan dukungan ekosistem yang memungkinkan inovasi tersebut terus bertumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas. Dalam pembangunan… selengkapnya
Rp 55.000Buku ini lahir dari pertanyaan sederhana: apa yang berulang kali hadir di balik kemampuan negara mengelola dirinya dengan baik? Jawaban yang saya ajukan bukan resep tunggal, melainkan tiga mesin institusional yang saling menguatkan: teknokrasi, meritokrasi, dan transparansi. Teknokrasi membuat keputusan lebih dekat kepada pengetahuan dan bukti. Meritokrasi memperbesar peluang orang yang tepat mengerjakan pekerjaan yang… selengkapnya
Rp 70.000Media pembelajaran merupakan aspek penting yang menunjang proses belajar bagi anak usia dini agar dapat mengembangkan semua aspek-aspek perkembangan untuk persiapan pendidikan pada jenjang selanjutnya. Media dalam proses pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai siswa. Penggunaan media pembelajaran juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan… selengkapnya
Rp 40.000

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.