Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
CS RBI Pustaka● online 6282133885295
● online
- 🎁 GRATIS DESAIN COVER! Untuk setiap pemesanan cetak buku di RBI Pustaka, dapatkan layanan desain cover GRATIS! 🤩📘
- 📢 PROMO SPESIAL! Cetak buku di RBI Pustaka diskon hingga 20%! 🎉 Jangan lewatkan kesempatan ini. Hubungi kami sekarang! 📚✨
- 🎁 KEJUTAN PROMO! Dapatkan berbagai bonus menarik untuk setiap penerbitan dan cetak buku di RBI Pustaka! Yuk, terbitkan karyamu sekarang! 🚀📚
- 📢 PROMO TERBATAS! Cetak buku di RBI Pustaka sekarang dan dapatkan keuntungan lebih! 📚✨ Hubungi kami segera!
JEJAK BIRU : PERJALANAN MENJAGA EKOSISTEM LAUT DAN TERUMBU KARANG NUSANTARA
Rp 83.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Buku Fiksi |
Judul : JEJAK BIRU : PERJALANAN MENJAGA EKOSISTEM LAUT DAN TERUMBU KARANG NUSANTARA
Penulis : Dzikra Fauzia Mutmainah, S.Kel.
Halaman : 200 halaman
Harga : Rp 82.000
Sinopsis :
Sejak awal, buku ini tidak berniat menampilkan laut sebagai panggung untuk decak kagum semata. Ia mengingatkan kita agar tidak rakus pada pemandangan, agar tidak tergesa menyimpulkan, agar menunda syahwat untuk memotret yang indah tetapi miskin makna. Sikap itu hadir berulang, terutama ketika penulis menceritakan kembali ritus kecil di geladak perahu setelah misi udara yang melelahkan, atau ketika memilih untuk turun pada arus yang benar demi memberi kehormatan pada karang yang sedang memulihkan diri. Di situ, kerja ilmiah disokong oleh keheningan yang peka. Ada jeda untuk membaca tanda pada permukaan air, ada perhatian pada buih yang tidak pecah cepat, ada kesadaran bahwa garis tipis minyak yang memantulkan pelangi kecil bukan sekadar noda, melainkan alamat yang harus dicatat agar jalur snorkeling dialihkan. Kalimat kuncinya terang: kadang menjaga berarti memilih jalan yang membuat kita berutang lebih sedikit. Jejak biru, begitu penulis menamai jalan yang hendak diikuti. Jejak itu tidak ditinggalkan di pasir yang mudah disapu ombak, tetapi pada kebiasaan yang setia, pada catatan yang konsisten, pada keputusan kecil yang mengurangi beban laut, pada pengakuan jujur ketika data belum cukup, pada kesediaan untuk kembali ke titik yang sama esok hari. Jejak itu adalah cara pandang: ekosistem laut bukan sekumpulan objek untuk dikagumi, melainkan jaringan kehidupan yang menyambung makan, teduh, dan arah bagi manusia. Dengan menyadari itu, buku ini menolak menjadi album foto. Ia memilih menjadi jurnal medan yang berangkat dari lantai laboratorium hingga.
JEJAK BIRU : PERJALANAN MENJAGA EKOSISTEM LAUT DAN TERUMBU KARANG NUSANTARA
Sejak awal, buku ini tidak berniat menampilkan laut sebagai panggung untuk decak kagum semata. Ia mengingatkan kita agar tidak rakus pada pemandangan, agar tidak tergesa menyimpulkan, agar menunda syahwat untuk memotret yang indah tetapi miskin makna. Sikap itu hadir berulang, terutama ketika penulis menceritakan kembali ritus kecil di geladak perahu setelah misi udara yang melelahkan, atau ketika memilih untuk turun pada arus yang benar demi memberi kehormatan pada karang yang sedang memulihkan diri. Di situ, kerja ilmiah disokong oleh keheningan yang peka. Ada jeda untuk membaca tanda pada permukaan air, ada perhatian pada buih yang tidak pecah cepat, ada kesadaran bahwa garis tipis minyak yang memantulkan pelangi kecil bukan sekadar noda, melainkan alamat yang harus dicatat agar jalur snorkeling dialihkan. Kalimat kuncinya terang: kadang menjaga berarti memilih jalan yang membuat kita berutang lebih sedikit. Jejak biru, begitu penulis menamai jalan yang hendak diikuti. Jejak itu tidak ditinggalkan di pasir yang mudah disapu ombak, tetapi pada kebiasaan yang setia, pada catatan yang konsisten, pada keputusan kecil yang mengurangi beban laut, pada pengakuan jujur ketika data belum cukup, pada kesediaan untuk kembali ke titik yang sama esok hari. Jejak itu adalah cara pandang: ekosistem laut bukan sekumpulan objek untuk dikagumi, melainkan jaringan kehidupan yang menyambung makan, teduh, dan arah bagi manusia. Dengan menyadari itu, buku ini menolak menjadi album foto. Ia memilih menjadi jurnal medan yang berangkat dari lantai laboratorium hingga.
JEJAK BIRU : PERJALANAN MENJAGA EKOSISTEM LAUT DAN TERUMBU KARANG NUSANTARA
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 176 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Resensi: Satu hal penting dalam proses ini ialah agar selalu berpikir sehat dan tenang. Jangan mudah tergiur ataupun gampang memutuskan sesuatu. Pada perjalanannya, saya selalu melaporkan bagaimana progress realisasi hibah tersebut. Setiap ada kesempatan saya menceritakanya ke Badan Pembina Harian, rapat senat, bahkan ke warga Muhammadiyah pada umumnya. Yang terakhir itu dilakukan setelah saya mengetahui… selengkapnya
Rp 92.000Telah banyak diterbitkan buku Fonologi Bahasa Indonesia, namun buku Fonologi Bahasa Indonesia yang sesuai dan mudah dipahami oleh mahasiswa tidak banyak. Buku ini menyuguhkan materi Fonologi Bahasa Indonesia yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh mahasiswa sebagai calon guru Bahasa Indonesia. Isi buku ini terdiri atas 15 (lima belas) bab, yaitu: (1) Pengertian, sejarah dan… selengkapnya
Rp 100.000Sinopsis : Bagi seorang dosen, memublikasi karya ilmiah adalah sedekah. Mengacu pada hadits Nabi saw. tersebut, penulis berpendapat, “Tidaklah seorang dosen memublikasi karya ilmiah, baik artikel, jurnal, maupun buku, lalu dibaca oleh mahasiswa, dosen, atau masyarakat, kecuali merupakan sedekah untuknya sampai hari kiamat”. Agribisnis pertanian dan peternakan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami… selengkapnya
Rp 83.000Buku ini disusun sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kewirausahaan berbasis teknologi yang relevan dengan perkembangan dunia usaha dan industri digital. Buku ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir technopreneur, mulai dari pengembangan ide bisnis, pemanfaatan teknologi, hingga perancangan model bisnis startup yang inovatif dan berkelanjutan. Penyusunan buku ini juga… selengkapnya
Rp 88.500Writer: Nisa Roiyasa, Weksa Fradita Asriyama, Elly Triasih Rahayu Editor : Slamet Riyadi, Hartati Pages : 54 Pages Summary : More opportunities exist today for the career advancement of persons of color; women, and person with disabilities than did twenty years ago. As Marshall McLuhan mentioned that the world is like a Global Village. International… selengkapnya
Resensi: Buku Perilaku Tradisi Herbal untuk Kesehatan Masyarakat ini mengkaji hubungan antara perilaku masyarakat dalam pemanfaatan obat herbal dengan aspek kesehatan secara komprehensif. Dengan pendekatan berbasis ilmu kesehatan masyarakat, buku ini menelaah bagaimana faktor sosial, budaya, ekonomi, dan psikologi memengaruhi pilihan masyarakat dalam menggunakan pengobatan herbal sebagai alternatif atau komplementer terhadap sistem kesehatan modern. Secara… selengkapnya
Rp 50.000Sinopsis : Perekonomian Indonesia semakin berkembang pada jaman sekarang dengan berbagai macam bentuk usaha. Bisnis keluarga kembali menjadi sorotan dan harapan yang krusial bagi perekonomian seiring bermunculannya pengusaha generasi muda sebagai penerus bisnis keluarga. Bisnis keluarga memiliki keunikan tersendiri dalam pengelolaannya. Berbeda dengan bisnis konvensional di mana manajer dan CEO merupakan orang yang baru kita… selengkapnya
Rp 80.000AUTHORS: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. M Muchibuddin Waly, S.Pd. CONTENT EDITOR: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. LAYOUTER: Novassa Adiyani, Muhammad Heru, Herdianto, Nadila Zatihilwani Preface: All praises and mercies belong to Allah SWT, the module of Basic English for Animal Husbandry is finally finished. Huge appreciation and accomplishment is awarded to the compiler team who has… selengkapnya
Penulis : Dinda Amelia, Nimas Maulida, Zulfa, Maulida Rizqi Solikhah, Tazkiyatul Mar’ah, Laila Nur Azizah, Nunung Nur Maimmunah, dkk. Halaman : 72 halaman Sinopsis : Antologi Puisi ini dibuat sedemikian rupa semata-mata untuk membangkitkan kembali minat baca santri wan santri wati sebagai motivasi dalam berkarya khususnya karya tulis.
Sebuah detik yang sederhana, tapi menyalakan cahaya. Dari mata yang bertemu tanpa sengaja, lahirlah rasa kagum yang belum punya nama. Ada saat-saat di mana hati menyimpan lebih banyak dari yang sempat diucapkan. Bukan peristiwa besar, bukan pula kisah megah, melainkan serpih-serpih sederhana yang tiba-tiba terasa berarti. Sebuah sapa yang singkat, diam yang terasa penuh, atau… selengkapnya
Rp 80.000

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.