Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS RBI Pustaka
● online
CS RBI Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS RBI Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Hari Senin - Jumat 08:00 – 16:00 WIB
  • 🎁 GRATIS DESAIN COVER! Untuk setiap pemesanan cetak buku di RBI Pustaka, dapatkan layanan desain cover GRATIS! 🤩📘
  • 📢 PROMO SPESIAL! Cetak buku di RBI Pustaka diskon hingga 20%! 🎉 Jangan lewatkan kesempatan ini. Hubungi kami sekarang! 📚✨
  • 🎁 KEJUTAN PROMO! Dapatkan berbagai bonus menarik untuk setiap penerbitan dan cetak buku di RBI Pustaka! Yuk, terbitkan karyamu sekarang! 🚀📚
  • 📢 PROMO TERBATAS! Cetak buku di RBI Pustaka sekarang dan dapatkan keuntungan lebih! 📚✨ Hubungi kami segera!
Beranda » Blog » Penggunaan Kata Ganti, Kata Acuan, dan Kata Sapaan

Penggunaan Kata Ganti, Kata Acuan, dan Kata Sapaan

Diposting pada 5 March 2024 oleh Adminrbi / Dilihat: 1.055 kali / Kategori:

RBI Pustaka – Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak aturan yang diberlakukan. Jika ingin menghasilkan karya tulisan yang bagus kita perlu mempelajari EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah pedoman resmi yang dibuat instansi pemerintah untuk mengarahkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi, jika kita ingin membuat tulisan yang baik sebaiknya mengacu pada EYD.

Dalam berkomunikasi dibutuhkan kata untuk menggantikan orang, mengacu kepada orang, dan menyapa orang. Tujuannya agar suatu kalimat dapat tersampaikan dengan baik.

Dalam artikel ini, akan dibahas cara penulisan fungsi kata sebagai kata ganti, kata acuan, dan kata sapaan.

Kata Ganti Orang
Kata ganti orang digunakan sebagai pengganti orang di dalam sebuah teks atau wacana. Dalam penggunaannya, kata ganti orang bisa digunakan untuk menyapa mitra tutur (kata sapaan) dan mengacu pada mitra tutur (kata acuan).

Kata ganti hanya menggunakan huruf kapital jika berada di awal kalimat. Hanya kata Anda yang dapat menggunakan huruf kapital meski tidak terletak di awal kalimat.

Terdapat dua jenis kata ganti orang yaitu kata ganti jamak dan kata ganti tunggal. Akan dibahas berikut ini:
1. Kata Ganti Tunggal
Kata ganti orang pertama (saya, aku)
Kata ganti orang kedua (kamu, engkau, Anda)
Kata ganti orang ketiga (dia, ia, beliau)

2. Kata Ganti Jamak
Kata ganti orang pertama (kami,kita)
Kata ganti orang kedua (kalian, kamu sekalian)
Kata ganti orang ketiga (mereka)

Kata Acuan
Referensi atau acuan adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada individu tertentu dalam suatu percakapan, baik secara lisan maupun tertulis. Dalam bahasa Indonesia, kata acuan dapat berupa:

1. Kata ganti orang: Contohnya “kemarin” dalam kalimat “Kemarin, Ayah menemani saya ke dokter.”
2. Nama diri: Seperti “Toto” atau “Sharin” dalam kalimat “Saya meminta Toto untuk menemani saya.”
3. Kata kekerabatan: Seperti “Bapak”, “Ibu”, “Ayah”, “Paman”, “Eyang”, “Mbak”, “Kakak”, “Saudara” dalam kalimat “Ayah mengajak kami sekeluarga untuk mengunjungi Eyang.”
4. Gelar kepangkatan atau profesi: Yang diawali dengan kata “Bapak” atau “Ibu”, atau diikuti oleh nama diri, seperti “Bu”, “Ibu”, “Pak”, “Bapak”, atau “Dokter Erlangga”. Contoh penggunaannya adalah dalam kalimat “Mereka mengikuti Pak Dokter mengunjungi korban” atau “Mereka mengikuti Dokter Erlangga mengunjungi korban.”

Penting untuk dicatat bahwa penulisan kata acuan yang menggunakan kata ganti orang biasanya dimulai dengan huruf kecil, kecuali kata “Anda”. Sedangkan penggunaan kata kekerabatan dan gelar kepangkatan atau profesi ditulis dengan huruf besar.

Kata Sapaan
Kata sapaan digunakan untuk menegur atau memanggil orang lain saat bercakap. Penggunaan kata sapaan biasanya terikat dengan adat lingkungan sekitar, biasanya mengandung kesantunan tutur berbahasa.

Misal penggunaan kata Bapak, Ibu yang diikuti oleh tinggi jabatan atau profesi seseorang seperti, Pak Camat, Bu Guru, Bu Dokter. Kata kekerabatan, seperti Ayah, Ibu, Kakak, Tante, dll.

Kata sebutan seperti, Tuan, Nyonya, Nona. Serta kata pelaku, seperti Pendengar, Hadirin, Pemirsa, dll. Cara penulisan kata sapaan diawali dengan huruf depan kapital. (ayu)

Bagikan ke

Penggunaan Kata Ganti, Kata Acuan, dan Kata Sapaan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Penggunaan Kata Ganti, Kata Acuan, dan Kata Sapaan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: