Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
CS RBI Pustaka● online 6282133885295
● online
- 🎁 GRATIS DESAIN COVER! Untuk setiap pemesanan cetak buku di RBI Pustaka, dapatkan layanan desain cover GRATIS! 🤩📘
- 📢 PROMO SPESIAL! Cetak buku di RBI Pustaka diskon hingga 20%! 🎉 Jangan lewatkan kesempatan ini. Hubungi kami sekarang! 📚✨
- 🎁 KEJUTAN PROMO! Dapatkan berbagai bonus menarik untuk setiap penerbitan dan cetak buku di RBI Pustaka! Yuk, terbitkan karyamu sekarang! 🚀📚
- 📢 PROMO TERBATAS! Cetak buku di RBI Pustaka sekarang dan dapatkan keuntungan lebih! 📚✨ Hubungi kami segera!
Penggunaan Kata Ganti, Kata Acuan, dan Kata Sapaan
RBI Pustaka – Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak aturan yang diberlakukan. Jika ingin menghasilkan karya tulisan yang bagus kita perlu mempelajari EYD (Ejaan yang Disempurnakan).
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah pedoman resmi yang dibuat instansi pemerintah untuk mengarahkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi, jika kita ingin membuat tulisan yang baik sebaiknya mengacu pada EYD.
Dalam berkomunikasi dibutuhkan kata untuk menggantikan orang, mengacu kepada orang, dan menyapa orang. Tujuannya agar suatu kalimat dapat tersampaikan dengan baik.
Dalam artikel ini, akan dibahas cara penulisan fungsi kata sebagai kata ganti, kata acuan, dan kata sapaan.
Kata Ganti Orang
Kata ganti orang digunakan sebagai pengganti orang di dalam sebuah teks atau wacana. Dalam penggunaannya, kata ganti orang bisa digunakan untuk menyapa mitra tutur (kata sapaan) dan mengacu pada mitra tutur (kata acuan).
Kata ganti hanya menggunakan huruf kapital jika berada di awal kalimat. Hanya kata Anda yang dapat menggunakan huruf kapital meski tidak terletak di awal kalimat.
Terdapat dua jenis kata ganti orang yaitu kata ganti jamak dan kata ganti tunggal. Akan dibahas berikut ini:
1. Kata Ganti Tunggal
Kata ganti orang pertama (saya, aku)
Kata ganti orang kedua (kamu, engkau, Anda)
Kata ganti orang ketiga (dia, ia, beliau)
2. Kata Ganti Jamak
Kata ganti orang pertama (kami,kita)
Kata ganti orang kedua (kalian, kamu sekalian)
Kata ganti orang ketiga (mereka)
Kata Acuan
Referensi atau acuan adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada individu tertentu dalam suatu percakapan, baik secara lisan maupun tertulis. Dalam bahasa Indonesia, kata acuan dapat berupa:
1. Kata ganti orang: Contohnya “kemarin” dalam kalimat “Kemarin, Ayah menemani saya ke dokter.”
2. Nama diri: Seperti “Toto” atau “Sharin” dalam kalimat “Saya meminta Toto untuk menemani saya.”
3. Kata kekerabatan: Seperti “Bapak”, “Ibu”, “Ayah”, “Paman”, “Eyang”, “Mbak”, “Kakak”, “Saudara” dalam kalimat “Ayah mengajak kami sekeluarga untuk mengunjungi Eyang.”
4. Gelar kepangkatan atau profesi: Yang diawali dengan kata “Bapak” atau “Ibu”, atau diikuti oleh nama diri, seperti “Bu”, “Ibu”, “Pak”, “Bapak”, atau “Dokter Erlangga”. Contoh penggunaannya adalah dalam kalimat “Mereka mengikuti Pak Dokter mengunjungi korban” atau “Mereka mengikuti Dokter Erlangga mengunjungi korban.”
Penting untuk dicatat bahwa penulisan kata acuan yang menggunakan kata ganti orang biasanya dimulai dengan huruf kecil, kecuali kata “Anda”. Sedangkan penggunaan kata kekerabatan dan gelar kepangkatan atau profesi ditulis dengan huruf besar.
Kata Sapaan
Kata sapaan digunakan untuk menegur atau memanggil orang lain saat bercakap. Penggunaan kata sapaan biasanya terikat dengan adat lingkungan sekitar, biasanya mengandung kesantunan tutur berbahasa.
Misal penggunaan kata Bapak, Ibu yang diikuti oleh tinggi jabatan atau profesi seseorang seperti, Pak Camat, Bu Guru, Bu Dokter. Kata kekerabatan, seperti Ayah, Ibu, Kakak, Tante, dll.
Kata sebutan seperti, Tuan, Nyonya, Nona. Serta kata pelaku, seperti Pendengar, Hadirin, Pemirsa, dll. Cara penulisan kata sapaan diawali dengan huruf depan kapital. (ayu)
Penggunaan Kata Ganti, Kata Acuan, dan Kata Sapaan
Menulis adalah keterampilan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam dunia akademis maupun profesional. Kemampuan menulis yang baik dapat membuka... selengkapnya
RBIPUSTAKA.COM – Ketika menulis dan menerbitkan buku, ada satu elemen yang sering kali dianggap sepele, padahal sangat menentukan masa depan... selengkapnya
Artikel merupakan rangkaian tulisan yang ditulis berdasarkan fakta dan opini-yang dipublikasikan melalui berbagai macam media. Menurut Al-Aqli artikel adalah suatu... selengkapnya
Giat sosial kembali dilakukan RBI Pustaka. Pelatihan menulis berita dibekalkan kepada komunitas Pondok Pena di Pesma An Najah Purwokerto, Rabu... selengkapnya
RBIPUSTAKA.COM – Dulu membuat buku hingga menerbitkan buku itu dianggap hal yang sulit. Banyak sekali yang menjadi pertimbangan para penulis... selengkapnya
RBIPUSTAKA.COM – Menerbitkan buku sering kali dianggap sebagai tahap akhir dari proses menulis. Bagi penulis pemula, momen ini terasa membanggakan... selengkapnya
RBIPUSTAKA.COM: Menulis dan menerbitkan buku ajar menjadi salah satu bentuk luaran dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan... selengkapnya
RBI Pustaka menjalin kerjasama dengan Universitas Amikom Purwokerto, Kamis (24/2). Dihadiri langsung Rektor Universitas Amikom Purwokerto Dr Berlilana MKom MSi... selengkapnya
Dalam dunia kebahasaan, bahasa terdiri dari beberapa komponen yang digunakan untuk membentuk makna serta struktur dari sebuah kalimat. Dalam bahasa,... selengkapnya
RBI Pustaka – Cerita pendek merupakan karya sastra fiksi yang berbentuk ringkas dan memiliki jalan cerita singkat. Menulis cerita pendek... selengkapnya
Sinopsis : Perekonomian Indonesia semakin berkembang pada jaman sekarang dengan berbagai macam bentuk usaha. Bisnis keluarga kembali menjadi sorotan dan… selengkapnya
Rp 80.000Sebuah detik yang sederhana, tapi menyalakan cahaya. Dari mata yang bertemu tanpa sengaja, lahirlah rasa kagum yang belum punya nama…. selengkapnya
Rp 80.000Penulis : Dandy Dirga Halaman : 52 halaman Sinopsis : Novel ini berkisah tentang seorang photojurnalis muda yang mencoba mencari kekasih hatinya… selengkapnya
Sinopsis : Bagi seorang dosen, memublikasi karya ilmiah adalah sedekah. Mengacu pada hadits Nabi saw. tersebut, penulis berpendapat, “Tidaklah seorang… selengkapnya
Rp 83.000Penulis : Nur Fitriani Halaman : 103 halaman Sinopsis : Semua orang pasti pernah berada di titik terendahnya, tetapi kita tidak boleh… selengkapnya
Resensi: Buku Perilaku Tradisi Herbal untuk Kesehatan Masyarakat ini mengkaji hubungan antara perilaku masyarakat dalam pemanfaatan obat herbal dengan aspek… selengkapnya
Rp 50.000Era yang kita hadapi hari ini adalah era disrupsi informasi. Ruang publik tidak lagi didominasi oleh narasi tunggal, melainkan oleh… selengkapnya
Rp 68.000Penulis : Rahul Trinyana Pamenang Halaman : 74 halaman Sinopsis : Teruntuk Kamu yang ada disana, terimakasih telah datang di mimpiku tuk… selengkapnya
Sejak awal, buku ini tidak berniat menampilkan laut sebagai panggung untuk decak kagum semata. Ia mengingatkan kita agar tidak rakus… selengkapnya
Rp 83.000Dokumen ini hadir sebagai sebuah ikhtiar intelektual untuk merajut kembali benang merah antara iman dan ilmu, antara teks-teks suci yang… selengkapnya
Rp 94.000
Saat ini belum tersedia komentar.